Setiap jenis olahraga yang terdapat di muka bumi ini adalah ekspresi dari kedua budaya yaitu kebersamaan dan individualitas. Sepakbola adalah permainan olahraga sejuta umat. Untuk memainkan olahraga sepakbola tentu tidaklah harus di stadion, anda dapat memainkannya di lapangan yang cukup luas dan lapangan luas tersebut bahkan bisa menjadi sebuah teater impian.

Dan apakah anda tahu jika banyak pesepakbola yang sekarang sudah sukses ternyata dulunya berasal dari latar belakang yang kurang mampu?

Kemiskinan yang mereka rasakan menjadi motivator yang kuat untuk setiap langkah yang mereka ambil. Olahraga sepakbola telah lama menjadi ‘jembatan’ bagi banyak pria dan wanita yang kurang mampu untuk mengubah keadaan finansial mereka. Kesuksesan yang mereka nikmati rasakan tentu tidak lepas dari perjuangan mereka selama ini bahkan darah, keringat dan air mata pun harus dikorbankan demi meraihnya.

Sejatinya, terdapat banyak cerita yang luar biasa dalam fenomena olahraga ini. Dan inilah 8 pesepakbola terkenal yang dulunya berasal dari latar belakang kurang mampu, diantaranya adalah :

1. Cristiano Ronaldo

Ia dulu hidup di dunia yang bisa dikatakan sangat jauh dari kemewahan dan keglamoran namun kini, ia sukses menjadi salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepakbola. Berbicara tentang masa lalu Cristiano Ronaldo, dulu ia hanyalah seorang anak yang berasal dari Pulau Madeira, Portugal.

Saat dirinya masih remaja, ia pernah melewati malam Natal yang sangat sederhana tanpa ditemani mainan dan harus rela berbagi kamarnya dengan tiga saudara kandungnya. Pada tahun 2003 saat dirinya dijemput oleh klub Manchester United, percaya atau tidak Ronaldo baru pertama kali merasakan pengalaman naik pesawat terbang.

Sungguh sebuah awal yang sederhana bagi Ronaldo dan tentu saja dulu dirinya belum fokus mengejar karinya untuk menjadi seorang profesional. Ronaldo mengaku asal dirinya sudah bisa tampil dan bermain sepakbola, hatinya sudah sangat senang.

2. Luis Suarez

Ia adalah anak emas dari Montevideo. Luis Suarez menghabiskan masa kanak-kanaknya dengan bermain sepakbola di jalanan tanpa menggunakan sepatu. Sebelum dirinya genap berusia 7 tahun, orang tua Suarez membawa dirinya beserta keenam saudaranya pindah ke ibukota Uruguay.

Saking tidak mampu, orang tua Suarez tidak mampu untuk membelikan sepasang sepatu baginya dan saat Suarez berusia 12 tahun, orang tuanya bercerai. Kemudian Suarez mendedikasikan bakatnya di Nacional walau harus melewati banyak rintangan yang berat untuk anak seusia dirinya namun hal itulah yang justru memicu keinginannya untuk sukses di dunia sepakbola.

3. Franck Ribery

Di Perancis, banyak anak berbakat yang beruntung diambil oleh beberapa akademi sepakbola terkenal untuk dilatih menjadi bibit muda berkualitas, tapi hal itu tidak bagi Franck Ribery. Ribery kecil kerap bermain bola di jalanan. Ia bahkan hidup di lingkungan Chemin-Vert yang kumuh di kota asalnya Boulogne-sur-Mer, di utara Perancis.

Saat Ribery masih berusia 2 tahun, ia menderita luka wajah akibat kecelakaan mobil. Setelah menginjak remaja, Ribery kemudian bersinar di akademi Lille namun etos kerjanya selalu menjadi pertanyaan banyak pihak klub sehingga ia harus ditempa dan berjuang keras di salah satu liga terendah Perancis. Dan sekarang, Ribery telah menjelma menjadi salah satu pesepakbola terbaik di dunia.

4. Zlatan Ibrahimovic

Ibra dibesarkan di distrik Rosengard, Malmo. Malmo adalah tempat terkenal yang kerap mendidik anak-anak di seluruh kota kemudian mengubahnya menjadi pemain brilian. Ayah Ibra adalah keturunan Bosnia Swedia dan seorang pecandu alkohol sedangkan ibunya berasal dari Kroasia yang kerap berbuat onar, kedua orang tuanya pun harus bercerai saat Ibra masih sangat muda.

Ibra pun melarikan diri dan untuk bertahan hidup, ia terpaksa harus mencuri. Pernah suatu saat dirinya mencuri sebuah sepeda dan ia segera pergi ke tempat pelatihan untuk mengembangkan keterampilan sepakbolanya di Rosengard. Saat Ibra genap berusia 18 tahun, banyak yang menilai jika dirinya mempunyai potensi yang besar.

5. Neymar Jr.

Saat Neymar masih kecil, ia pernah tertimpa musibah kecelakaan mobil dan kepalanya berlumuran darah. Orang tuanya hanya bisa pasrah jika sesuatu yang buruk akan menimpa anak kesayangannya, namun Tuhan masih memberikan kesempatan hidup bagi Neymar. Saat tumbuh remaja, Neymar menjadi anak ajaib dan ia hidup serumah bersama kakek, orang tua dan adiknya.

 border=

Neymar kemudian mengembangkan kemampuannya di Santos dan saat dirinya berusia 13 tahun, Real Madrid meminangnya sehingga menyuruh ayah dan Neymar untuk terbang ke Spanyol. Tetapi Neymar sangat merindukan kesederhanaan lingkup rumahnya, lalu ia kembali ke Santos untuk melanjutkan karirnya meskipun tawaran Madrid waktu itu sangat menggiurkan. Pada tahun 2013, ia kembali ke Eropa untuk kedua kali dan bergabung bersama Barcelona.

6. Angel Di Maria

Seperti banyak pemain profesional lainnya, Angel Di Maria adalah anak yang hiperaktip bahkan ibunya sendiri pun mengakuinya. Sepakbola adalah cara untuk dirinya memfokuskan energi sehingga Di Maria senang melakoninya. Di Maria harus merasakan masa-masa yang cukup sulit di kota Rosario.

Ayah Di Maria pernah bermimpi jikalau suatu saat nanti Di Maria akan menjadi bintang di klub terkenal namun karirnya akan hancur oleh cedera. Di Maria kecil kerap menunjukkan janji besar sebagai pesepakbola berbakat dan ia dibeli oleh klub Rosario Central dengan bayaran 26 bola. Ia harus rela bersepeda selama ½ jam bersama ibunya untuk meningkatkan keterampilannya.

7. Alexis Sanchez

Alexis Sanchez adalah seorang anak yang bertekad keras untuk berhasil demi meningkatkan kualitas hidup ibunya. Sanchez bahkan tidak pernah mengenali sosok ayahnya sehingga sang ibulah yang harus rela membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan menjadi petugas kebersihan di sekolah Sanchez.

“Ketika ibu sedang membersihkan ruangan sekolah, aku bersembunyi karena saya tidak tega melihatnya”, kenang Sanchez. Saat masih kecil, Sanchez tertarik dengan sepakbola namun ia harus rela bekerja sebagai pencuci mobil untuk menambah penghasilan bagi keluarganya.

Sebelumnya Sanchez tidak pernah bermimpi akan menjadi seorang pesepakbola, ia malah berpikir bahwa hidupnya akan berakhir menjadi pekerja tambang lokal. Ketika umurnya berusia 16 tahun, ia berhasil membuat debut profesionalnya dan tak lama kemudian, Eropa pun memanggil Sanchez melalui klub Udinese.

8. Carlos Tevez

Carlos Teves dikenal sebagai El Apache, saat dirinya masih kecil, ia tinggal di lingkup Buenos Aires yang penuh dengan kriminalitas. Kini Tevez muncul untuk menjadi seorang manusia yang dicintai penggemarnya. Tevez kemudian menceritakan kisah kecilnya yang suram dan sering dikelilingi oleh aksi kriminalitas dan pembunuhan. Pernah suatu ketika saat dirinya hendak ingin pergi ke sekolah, ia melihat dengan jelas tubuh mayat tetangganya yang dibunuh dan tergeletak di jalan.

Orang-orang Argentina percaya jikalau sepakbola dapat memberikan hal yang terbaik dalam diri manusia, sehingga Tevez pun menggeluti olahraga itu daripada dirinya harus terjun ke dunia kriminalitas. Untungnya ia memiliki kemampuan yang unik sehingga ia dapat dengan cepat menguasainya.